Taneh Karo Simalem Bumi Turang

10 Desember 2009

Perjodohan Ala Karo

JODOH = Impal

Dalam estetika masyarakat Karo pengertian seorang jodoh lazim disebut impal. Maksudnya, dari awal pihak laki-laki akan direkomendasikan untuk mengambil impalnya. Walau tidak tertulis, hal ini semacam peraturan adat yang tidak baku. Artinya, kalau bisa sih laki-laki ngambil impalnya. Kalau tidak bisa, ambil beru yang sama dengan nandenya alias singumban nande. Kalau tidak bisa juga, yang penting asal wanita Karo. Kalau memang tidak bisa lagi, apa boleh buat, siapa aja juga boleh asal bisa menikah daripada dijuluki si jomblo ting-ting.

07 Desember 2009

Karo dan Sifat Merganya

Sebuah konteks dalam sifat setiap manusia tidak lepas dari aspek psikologis (kejiwaan) manusia itu sendiri.
Dengan kebesaran kuasaNya, Tuhan menciptakan manusia dengan keberagaman sifat. Tentu setiap manusia di muka bumi ini diciptakan dengan sisi baik dan buruknya.

Manusia Karo juga tidak terlepas dari keberagaman sifat (biak) itu. Sifat yang dimiliki setiap individu Karo tentu berbeda-beda. Tapi ada sifat dasar pembawaan dari merga yang dipakainya. Mungkin juga sifat ini didasarkan beberapa sebab seperti satu keturunan (terombo), satu kampung berikut kebiasaan dan tradisinya sampai letak geografis tempat tinggal.

Dibawah ini akan dijabarkan sedikit tentang sifat-sifat (Biak-biak) Silima MergaPenulis meriset semua sifat-sifat ini dari wawancara dengan orang-orang tua, beberapa tulisan juga pengalaman pergaulan dari kehidupan sebagai orang Karo di tengah tatanan budaya Karo yang kental.

06 Desember 2009

Kalender Suku Karo

Orang Karo mempunyai nama-nama tangal hari dan bulan serta pembagian waktu, demikian juga nama - nama dari arah mata angin.

Satu tahun dihitung 12 bulan, dan 1 bulan dihitung 30 hari.
Adapun nama-nama bulan dan binatang atau benda apa yang bersamaan dengan bulan bersangkutan adalah sebagai berikut:

01 Desember 2009

Gertak Lau Biang


Rasanya orang yang lahir, besar, atau paling tidak pernah tinggal di Tanah Karo pasti mengenal Gertak Lau Biang (Jembatan Lau Biang).
Jika ditanyakan apa pendapat mereka tentang Gertak Lau Biang dengan perasaan bergidik dan dibumbui cerita-cerita seram mereka akan menjelaskan tentang jembatan angker tersebut.

Konon penamaan Lau Biang itu sendiri diambil dari cerita dimana salah seorang nenek moyang merga Sembiring pernah dikejar musuhnya kemudian menyelamatkan diri dengan menceburkan diri ke sebuah sungai dan hampir tenggelam.
Seekor anjing kemudian menyelamatkan orang itu dan membawanya ke seberang.
Mulai dari situ sungai tersebut dinamakan Lau Biang dan Merga Sembiring Singombak berjanji untuk pantang makan daging anjing.

Legenda Deleng Pertektekken


Deleng Pertektekken dikenal sangat angker. Apapun yang melintas di atasnya akan jatuh dan mati. Kabarnya, tempat ini adalah tempat pembuangan ilmu sakti dari seorang dukun. Konon, jatuhnya pesawat Foker di sekitar pegunungan Sibayak disebabkan pula oleh keberanian awak pesawat tersebut melintasi daerah keramat ini. Jangankan pesawat, kupu-kupu atau burung yang berani terbang di atas Pertektekken akan mati secara mengenaskan. Memang, daerah yang terletak di kaki bukit Pertektekken di bagian Selatan dan berdekatan dengan Gunung Sibayak memiliki kisah mistik yang menyeramkan. Kisah itu berawal dari sebuah Desa Doulu yang hanya berjarak beberapa kilometer dari tempat ini. Doulu terletak di bagian Selatan kota Medan, kira-kira 55 kilometer. Konon di desa Doulu ada sepasang dukun sakti yang bernama Pawang Ternalem dan Beru Patimar.