Taneh Karo Simalem Bumi Turang

14 Agustus 2018

7 Kelompok Orang Karo

Berikut akan di klasifikasikan ke dalam 7 kelompok pada orang Karo dan erat kaitannya dengan adat dan upacara perkawinan. Kelompok-kelompok ini dibuat berdasarkan daerah asal usul mereka. Kelompok-kelompok itu diantaranya adalah :
1. Karo Gugung / Teruh Deleng
Karo Gugung / Karo Teruh Deleng, bila diartikan dalam Bahasa Indonesia dibawah kaki gunung. Oleh karena itu sering disebut Karo Gunung, orang Karo yang berasal atau mendiami daerah gunung yang dari daerah Tiga Nderket dan Kuta Buluh. Orang Karo gugung dianggap paling mengerti dan memahami adat Karo karena dari sanalah awal mula suku Karo berkembang. Cakap Karo Gunung adalah istilah dialek bahasa Karo berasal dari daerah ini dan digunakan juga di daerah Mardingding, Tiga Binanga, Juhar dan Munthe.

2. Karo Timur
Karo Timur adalah orang Karo yang berasal atau mendiami daerah timur yang melingkupi daerah Bangun Purba, Gunung Meriah, Cingkes. Sebagian lagi mengatakan bahwa wilayah Deli Serdang adalah termasuk wilayah Karo Timur.
3. Karo Jahe / Karo Dusun 
Istilah Karo Jahe mempunyai makna tersendiri. Mereka yang mendiami atau berasal dari wilayah sekitar Kabupaten di Kota Medan, yaitu Sibolangit, Delitua, Namo Gajah atau Lau Cih. Karena seringkali mereka telah dipengaruhi oleh kehidupan non-Karo dan mereka juga disebut dengan Karo Jahe. Dalam berbahasa sehari-hari bahasa Karo mereka tidak begitu baik, "Cakap Kalak Karo Jahe" adalah istilah dialek bahasa Karo yang berasal dari daerah yang meliputi Langkat Hulu, Namo rambe, Lau Bekerei, Biru-Biru, dan wilayah Pancur Batu.
4. Karo Langkat
Karo Langkat ialah Orang Karo yang mendiami atau tinggal di daerah seperti Tanjung Gusta, Sunggal, daerah Nambiki, dan wilayah Kabupaten Langkat, dan lain-lain. Orang Karo langkat mayoritas adalah pemeluk agama Islam karena telah banyak terjadi perkawinan campur dengan suku melayu. Hampir Sebagian orang Karo Langkat tidak menjalankan atau melakukan Adat Karo secara utuh atau secara penuh, hal ini kemungkinan oleh karena pengaruh dari pada agama Islam.
 5. Singalor Lau
Singalor Lau menurut bahasa berarti mengikuti aliran air, oleh sebab itu wilayahnya lebih ke dataran rendah atau di daerah hilir sungai. Daerah-daerah tersebut yaitu Tiga Binanga dan Juhar.
6. Karo Baluren
Dalam bahasa Indonesia arti Baluren adalah lembah, atau bisa dibilang orang yang tinggal di lembah disebut dengan Karo Baluren. Sebagian orang Karo Baluren berasal dari Kabupaten-Kabupaten di Provinsi Aceh, dan sebagian lagi berasal dari Kabupaten Dairi.
7. Urung Julu
Dalam bahasa Indonesia Urung Julu berarti bergerak keatas / kehulu sungai, yang artinya orang Karo yang mendiami atau tinggal di sekitar hulu sungai dinamakan orang Karo Urung Julu. Wilayah tersebut yaitu daerah Suka, Berastagi dan Sepuluh Dua Kuta. Salah satu dialek bahasa Karo berasal dari daerah ini yang disebut ”Cakap Orang Julu”, digunakan juga di daerah Kabanjahe, Tiga Panah, Barus Jahe, Simpang Empat dan Payung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar